Senin, 16 Oktober 2017

Percobaan supernetting menggunakan Aplikasi Cisco Packet

    Untuk beberapa alasan yang menyangkut pengembangan jaringan lokal memiliki kerbatasan jaringan jumlah IP Address, terutama pada kelas C, network administrator biasa melakukan supernetting. Esensi dari supernetting adalah memindahkan garis pemisah antara bagian network dan bagian host dari suatu IP Address. Beberapa bit dari bagian nerwork dialokasikan menjadi bit tambahan pada bagian bit host. Address beberapa menurut Network struktuk baku digabung menjadi sebuah supernetwork. Cara ini menciptakan beberapa network yang merupakan gabungan dari beberapa network, sehingga menyebabakan jumlah maksimum host yang lebih yang lebih banyak dari nerwok tersebut. 
     Suatu supernetting didefinisikan dengan mengimplementasikan masking bit (subnet maks) kepada IP address. Struktur subner maks sama dengan struktur IP Address, yakni terdiri dari 32 bit yang di bagi atas 4 segmen. Bit-bit dari IP address yang *ditutup* (masking) oleh bit-bit subnet maks berarti menggatikan masking (on), sedangkan bit 0 tidak aktif (off). Sebagai contoh :


     Diatas adalah percobaan menggunakan PC sebanyak 20 dan masing-masing menggunakan IP Address yang berbeda-beda. PC1 menggunakan IP Address terendah dan PC20 Menggunakan IP Address 192.168.24.0. PC tersebut disambung ke swict/hub menggunakan kabel ethernet straigh-trought sehingga membentuk sebuah jaringan SUPERNETWORK. 

    Kemudian konfigurasi IP Address dan Subnet mask pada masing-masing host. Lalu lakukan tes koneksi dari masing-masing hots ke host yang lain dengan menggunakan command PING dan hasilnya sebagai berikut: